Memperlakukan Hati



www.cekguharakie.com




Kaum Muslimin wal muslimat Yang Berbahagia.
Allahu akbar_Allahu Akbar_Allahu Akbar_ Walillahilhamd
Rasa syukur yangmendalam kepada Allah Swt Rabb penguasa timur dan barat, yang menitipkan kepada kita selembar nafas, , memanjangkan usia kita, , memberikan limpahan kenikmatan, yang tak terhitung oleh manusia .
    QS Ibrahim: 34:

“ Jika kamu menghitung nikmat allah, Niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya”
Dengan nikmat nikmat itulah kita seharusnya menjadi hambanya yang Selalu bersyukur.
Dang jangan sampai kita menjadi hambanya yang mendustakan kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita selaku hambanya
Sebagaimana Firman Swt dalam Qs Arrahman..Allah mengulang2 sebanyak 31 kali dalam 78 ayat Fabiayyaiala irabbikuma Tukadziban...(maka nikmat tuhan mu yang manalagi yang engka dustakan )

Dan pada kesempatan ini dihari Raya Idul fitri 1439 H ini. Khatib berwasiat kepada Jama’ah dan khususnya kepada diri khatib sendiri , marilah kita senantiasa bertaqwa dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt , dengan sebenar-benarnya taqwa,  Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta, bekal yang kelak menjadi hujah di hadapan Tuhannya, bahwa kehidupan di alam dunia telah dipergunakan sebaik-baiknya
 “Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. (Al-baqarah: 197).
 
Di Hari yang fitri ini, Hari yang Suci ini, Hari yang Mulia ini. kita perbaiki diri diri, sucikan hati, sperbahrui niat serta tekad, untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin, selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, untuk dapat mengambil apa-apa yang telah dijanjikan, berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak di akhirat.
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Ma’asyiral Muslimin wal muslimat Rahimakumullah.
Hari ini merupakan hari besar bagi ummat Muslim, karena menghadapi dua hari raya sekaligus, Hari raya Tahunan dan Hari raya Pekanan. Yakni Hari Jumat dan Hari Raya Idul Fitri.
Tidak diaragukan bahwa keberadaan kita mendapati hari Id bertepatan dengan Hari Jumat adalah karunia dan Nikmat Allah yang sangat besar.
Yaa Ayyuhannas in Hazaa yaumun Qadijtama’alakum fiihi ‘iidaan.
Pagi ini kita memiliki perasaan yang sama, yakni gembira. Gembira bukan saja karena banyak makanan di rumah kita, bukan karena uang kita lebih dari cukup atau bukan pula karena pakaian kita baru. Tapi kita gembira karena berada dalam kesucian jiwa, kebersihan hati setelah melaksanakan ibadah Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِحْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوْبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan shalat malam harinya. Barangsiapa puasa Ramadhan dan shalat malam dengan mengharap ridha Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang dilahirkan ibunya (HR. Ahmad).
Karena itu seharusnya kita pun bersedih karena Ramadhan yang sudah berlalu belum kita jalani ibadah di dalamnya dengan penuh kesungguhan, banyak di antara kita yang berpuasa hanya tidak makan dan tidak minum, tidak melaksanakan  tarawih, tidak pernah membaca Al Quran .Dan Keengganan kita untuk bersedekah.
Padahal belum tentu tahun depan Ramadhan bisa kita dapati lagi karena mungkin saja umur kita tidak sampai pada Ramadhan tahun depan sebagaimana hal itu dialami oleh orang tua kita, saudara-saudara, teman temasn kita yang sudah lebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT, karenanya marilah kita doakan mereka yang sudah mendahului kita semoga diampuni dosa-dosa mereka, diluaskan kubur mereka dan dimasukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan oleh Allah SWT.
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Ma’asyiral Muslimin wal muslimat Rahimakumullah.
Kita semua tentu menyadari betapa banyak Diri ini, pribadi, keluarga, masyarakat,  yang sifatnya, yang perilakunya, bahkan hidupnya jauh dari ketentuan yang digariskan oleh Allah SWT, mungkin bisa jadi kita termasuk orang yang demikian, Dari mana hal itu terjadi
Semua itu berpangkal pada hati. Hati memiliki kedudukan yang sangat penting. Baik dan buruknya seseorang sangat tergantung pada bagaimana keadaan hatinya, bila hatinya baik, maka baiklah orang itu dan bila hatinya buruk, buruklah orang itu. Rasulullah SAW bersabda:
أَلاَ إِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
Ingatlah, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, baiklah anggota tubuh dan apabila ia buruk, buruk pulalah tubuh manusia. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati (HR. Bukhari dan Muslim).



Oleh karena itu dengan datangnya hari kemenangan ini...hati harus kita perlakukan dengan baik dalam hidup. Agar kita mampu meresapi setiap perintah Allah Azza Wajalla dan selalu menebar kebaikan. Melalui khutbah pada pagi ini akan kita bahas paling tidak lima hal yang harus kita perlakukan terhadap hati kita masing-masing.
 
Pertama, hati harus dibuka dan jangan sampai kita tutup. Jangan sampai pulaAllah mengunci hati-hati kita. Hati yang tertutup adalah ahti yang tak mau mendengar nasehat, ajakan tentang sebuah kebaikan.Yang hatinya tertutup sama dengan orang , yang kalau diberi nasehat, peringatan dan petunjuk tidak bisa masuk ke dalam hatinya, Allah SWT berfirman:
 إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ  خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS Al-Baqarah [2]:6-7)
Hal yang amat berbahaya bila hati tertutup selain petunjuk dan nasihat tidak bisa masuk, keburukan yang ada di dalam hati juga tidak bisa. Ibarat ruangan atau rumah , bila kita buka pintu dan jendelanya, maka udara kotor bisa keluar dan udara bersih bisa masuk sehingga akan kita merasakan kesegaran jiwa.
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Ma’asyiral Muslimin wal muslimat Rahimakumullah.
yang Kedua cara memperlakukan hati adalah dibersihkan. Seperti halnya badan kita  dan benda-benda, hati bisa mengalami kekotoran, namun kotornya hati bukanlah dengan debu, hati menjadi kotor bila padanya ada sifat-sifat yang menunjukkan rasa sukanya  kepada hal-hal yang bernilai dosa, dan sebaliknya benci pada hal hal yang bernilai ibadah, padahal dosa seharusnya dibenci. Oleh karena itu, bila dosa kita sukai apalagi sampai kita lakukan, maka jalan terbaik adalah bertaubat sehingga ia menjadi bersih kembali, Rasulullah SAW bersabda:
التاَّ ئِبُ مِنَ الذَنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak menyandang dosa (HR. Thabrani).
Hati yang bersih akan membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap dosa, karena dosa adalah kekotoran yang membuat manusia menjadi hina, Allah SWT berfirman:
وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ. يَوْمَ لاَ يَنفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ. إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Dan janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS Asy-Syu’araa [26]:87-89).
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.
Ketiga, cara memperlakukan hati adalah harus dilembutkan. Kelembutan hati merupakan sesuatu yang amat penting untuk dimiliki, hal ini karena dengan hati yang lembut, hubungan dengan orang lain akan berlangsung dengan baik dan ia mudah menerima nilai-nilai kebenaran.
Kelembutan hati akan membuat kita memandang dan menyikapi orang lain dengan sudut pandang kasih sayang sehingga bila ada orang lain mengalami kesulitan, ingin rasanya kita mengatasi persoalan hidupnya, ketika kita melihat orang susah, ingin sekali kita mudahkan,
Tegasnya kelembutan hati menjauhkan kita dari rasa benci kepada orang lain meskipun orang tersebut mempunyai peranngai yang tidak baik, karena apa, kita pun ingin memperbaiki orang yang belum baik.
Salah satu yang harus kita waspadai yang menyebabkan hati menjadi keras sehingga menjadi semakin jauh dari Allah SWT adalah berbicara yang tidak baik dan tidak benar, biasanya ketika kita bicara yang tak baik lalu ada orang lain menegur, meluruskan atau menasihati, kita cenderung mempertahankan dan membela diri atas pembicaraan kita yang tidak benar itu sehingga tanpa kita sadari kita pun memiliki hati yang menjadi keras, Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ, فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ, وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِى
Janganlah kalian banyak berbicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah. Karena banyak bicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah akan membuat hati keras. Sementara manusia yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras (HR. Tirmidzi).
Untuk bisa melembutkan hati, kita bisa melakukannya dengan banyak cara, di antaranya menyayangi anak yatim dan orang-orang miskin. Dalam satu hadits disebutkan:
أنَّ رَجُلاً شَكَا إلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ: إِمْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيْمِ وَ أَطْعِمِ الْمِسْكِيْنِ
Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah SAW seraya melaporkan kekerasan hatinya, maka beliau menasihatinya: “Usaplah kepala anak yatim dan berilah makanan kepada orang miskin” (HR. Ahmad).
Karena itu, amat disayangkan bila ada orang yang hatinya keras bagaikan batu sehingga sulit untuk diberi nasihat dan peringatan sebagaimana yang terjadi pada Bani Israil seperti yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Baqarah [2]:74).
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Ma;asyiral Muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah Swt
Yang Keempat adalah, hati harus disehatkan. Jasmani yang sehat membuat kita memiliki gairah dan semangat dalam menjalani kehidupan dan makanan yang lezatpun bisa kita nikmati.
 Namun bila jasmani sakit tidak ada gairah hidup dan makanan yang enak tidak antusias bagi kita untuk memakannya dan bila kita makan pun tidak kita rasakan kelezatannya.
Begitu pula halnya dengan hati, bila hati sakit kita tidak suka pada kebaikan dan kebenaran. Islam merupakan agama yang nikmat, namun bagi orang yang hatinya sakit tidak dirasakan kenikmatan menjalankan ajaran Islam kecuali sekadar menggugurkan kewajiban.
Hati yang sakit biasanya dimiliki oleh orang munafik, mereka nyatakan beriman tapi sekadar di lisan, mereka laksanakan kebaikan  termasuk  tapi maksudnya adalah untuk mendapatkan pujian orang, karena itu tidak mereka rasakan nikmatnya beribadah dan berbuat baik. Allah SWT berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ. يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ. فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّهُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta. (QS Al-Baqarah [2]:8-10)
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Ma;asyiral Muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah Swt
Kemudian yang terakhir adalah, Hati harus ditajamkan. Hati harus kita asah hingga menjadi seperti pisau yang tajam. Pisau yang tajam akan mudah memotong dan membelah sesuatu. Bila hati kita tajam akan mudah pula membedakan mana haq dan mana yang bathil, bahkan perintah pun tidak selalu harus disampaikan dengan kalimat perintah, dengan bahasa isyarat saja sudah cukup dipahami kalau hal itu merupakan perintah yang harus dilaksanakan.
Untuk mendidik kita menjadi orang yang memiliki ketajaman hati, puasa merupakan salah satu caranya, karenanya pada waktu puasa, teguran orang lain kepada kita meskipun dengan bahasa isyarat sudah menyadarkan akan kesalahan yang kita lakukan, ini membuat kita dengan mudah bisa menangkap dan membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, sesuatu yang selama ini semakin hilang dari pribadi masyarakat kita sehingga yang haq ditinggalkan dan yang bathil malah dikerjakan, Allah SWT mengingatkan soal ini dalam firman-Nya:
وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (QS Al-Baqarah [2]:188).
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Dengan demikian, menjadi amat penting bagi kita semua untuk memperlakukan hati kita dengan sebaik-baiknya sehingga perbaikan diri, keluarga, masyarakat bahkan bangsa ini sesudah Ramadhan berakhir dapat kita lakukan.
Semoga Amal Ibadah Ramadhan kita di terima Oleh Allah Swt dan Meraih Fitrah dan kesuksesan dengan membersihkan hati kita dan kita berharap Allah mengabulkan segala permohonan dan doa kita dalam rangka menuju kesuksesan didunia dan selamat di akhirat 
Karena itu, mari kita ucapkan selamat kepada orang-orang yang kita temui pada hari ini dengan kalimat:

Semoga Allah menerima Amal ibadah kita semua, semoga kita kembali menjadi fitrah  dan meraih kesuksesan. Dan semoga setiap tahun kita selalu dalam kebaikan.
Allahu akbar 3x Laa Ilaha illallah Allahu Akbar Walillahilhamd
Demikianlah khotbah singkat ini , semoga bermanfaat bagi kita semua, dengan harapan dan keyakinan mampu mengakhiri ramadhan dengan penuh kebaikan.amin ya rabbal ‘alamin




Untuk lebih lengkapnya silahkan download di :
Download here




Labels: Khutbah Idul Fitri

Thanks for reading Memperlakukan Hati. Please share...!

0 Comment for "Memperlakukan Hati"

Mantaap

Berlanganan Blog ini

Followers

Back To Top